oleh :
Ahmad Fairuz Dzikri
Bila diibaratkan
sebuah pohon, tema
adalah akar sebagai kekuatan bagaimana cerita itu tumbuh. Alur, tokoh,
penokohan, dan latar merupakan batang yang terus menumbuhkannya hingga menjadi
sebuah bentuk ranting-ranting, daun, bunga, hingga buah yang menjadikannya
sebuah pohon yang utuh yang dapat dilihat sekali pandangan. Keutuhan pohonan
yang sudah jadi itulah yang memberikannya sebuah pesan untuk orang-orang yang
melihatnya, apakah pohon itu gagah, indah, lebat, atau pun gersang.
Pohon
pun dapat tumbuh karena ada lingkungan yang mendukung, udara, tanah, dan cuaca.
Begitu juga dengan cerpen, terdapat unsur ekstrinsik yang membangunnya
(biografi pengarang, psikologi, dan keadaan masyarakat pengarang).
Tema
adalah ide yang mendasari suatu cerita.
Tokoh
adalah pemegang peran, sedangkan penokohan merupakan sifat tokoh atau
penciptaan citra tokoh.
Alur
adalah rangkaian peristiwa
yang direka untuk menggerakkan jalan cerita melalui kerumitan ke arah klimaks
dan penyelesaian.
Latar
adalah keterangan mengenai
waktu, tempat, dan suasana terjadinya suatu cerita
Amanat
adalah pesan yg ingin
disampaikan pengarang kpd pembaca
Kiat-kiat Menulis Cerpen
Salah
satu kiat menulis cerita yaitu merekayasa rangkaian cerita menjadi unik dan
baru. Dari satu objek yang sama, selalu ada sudut-sudut unik yang dapat
ditulis. Kita dapat membumbui cerita itu dengan fantasi dan pengalaman pribadi
yang tentunya tidak akan sama dengan pengalaman yang menarik. Aksan (2007: 99)
mengungkapkan di sekitar kita banyak sekali sumber ide untuk penulisan cerpen.
Salah satu sumber yang penting untuk itu adalah pengalaman pribadi seorang
penulis. Sumber ide bisa berasal darimana saja. Beberapa sumber ide yang bisa
didapat adalah sebagai berikut.
1)
Pengalaman pribadi
Kita akan lebih mudah menulis apa
yang kita alami daripada apa yang tidak kita alami.
2)
Sepenggal peristiwa dalam kehidupan
pribadi seseorang
Sepenggal peristiwa yang pernah
dialami oleh seseorang juga bisa menjadi sumber inspirasi untuk penulisan fiksi.
3)
Obrolan dengan orang lain
Obrolan dengan orang lain merupakan
sumber yang melimpah bagi ide penulisan cerita. Banyak pengarang yang menyusun
cerita fiksi dengan latar belakang sejarah, seperti halnya Pramoedya Ananta
Toer. Pengarang mengolah peristiwa sejarah dan menambahkan karakter-karakter
fiktif di dalamnya.
4)
Peristiwa-peristiwa yang ditulis koran
Surat kabar, tabloid, majalah, dan
televisi sangat kaya dengan cerita fakta yang bisa diolah untuk kemudian bisa
diangkat ke dalam karya fiksi cerpen.
5)
Peristiwa yang terjadi secara kebetulan
Sebuah insiden kebetulan acapkali
memercikan ilham bagi penulisan fiksi. Tidak peduli apakah insiden nyata atau
imajiner.
6)
Petualangan
Petualangan menyusuri tempat-tempat
wisata atau yang sering dituju para pecinta alam juga memberi kita gagasan yang
selalu menarik untuk ditulis.
7)
Gejolak sosial politik
Peristiwa sosial politik, sudah
pasti menjadi sumber inspirasi penulisan karya-karya sastra. Bahkan di
Indonesia, angkatan dalam sastra mengikuti momen-momen penting dalam sejarah
politik negeri ini.
8)
Mimpi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar