Rabu, 20 November 2013

APRESIASI CERPEN


oleh : Ahmad Fairuz Dzikri
Bila diibaratkan sebuah pohon, tema adalah akar sebagai kekuatan bagaimana cerita itu tumbuh. Alur, tokoh, penokohan, dan latar merupakan batang yang terus menumbuhkannya hingga menjadi sebuah bentuk ranting-ranting, daun, bunga, hingga buah yang menjadikannya sebuah pohon yang utuh yang dapat dilihat sekali pandangan. Keutuhan pohonan yang sudah jadi itulah yang memberikannya sebuah pesan untuk orang-orang yang melihatnya, apakah pohon itu gagah, indah, lebat, atau pun gersang.
Pohon pun dapat tumbuh karena ada lingkungan yang mendukung, udara, tanah, dan cuaca. Begitu juga dengan cerpen, terdapat unsur ekstrinsik yang membangunnya (biografi pengarang, psikologi, dan keadaan masyarakat pengarang).
Tema adalah ide yang mendasari suatu cerita.
Tokoh adalah pemegang peran, sedangkan penokohan merupakan sifat tokoh atau penciptaan citra tokoh.
Alur adalah rangkaian peristiwa yang direka untuk menggerakkan jalan cerita melalui kerumitan ke arah klimaks dan penyelesaian.
Latar adalah keterangan mengenai waktu, tempat, dan suasana terjadinya suatu cerita
Amanat adalah pesan yg ingin disampaikan pengarang kpd pembaca


Kiat-kiat Menulis Cerpen
Salah satu kiat menulis cerita yaitu merekayasa rangkaian cerita menjadi unik dan baru. Dari satu objek yang sama, selalu ada sudut-sudut unik yang dapat ditulis. Kita dapat membumbui cerita itu dengan fantasi dan pengalaman pribadi yang tentunya tidak akan sama dengan pengalaman yang menarik. Aksan (2007: 99) mengungkapkan di sekitar kita banyak sekali sumber ide untuk penulisan cerpen. Salah satu sumber yang penting untuk itu adalah pengalaman pribadi seorang penulis. Sumber ide bisa berasal darimana saja. Beberapa sumber ide yang bisa didapat adalah sebagai berikut.
1)        Pengalaman pribadi
Kita akan lebih mudah menulis apa yang kita alami daripada apa yang tidak kita alami.
2)        Sepenggal peristiwa dalam kehidupan pribadi seseorang
Sepenggal peristiwa yang pernah dialami oleh seseorang juga bisa menjadi sumber inspirasi untuk penulisan fiksi.
3)        Obrolan dengan orang lain
Obrolan dengan orang lain merupakan sumber yang melimpah bagi ide penulisan cerita. Banyak pengarang yang menyusun cerita fiksi dengan latar belakang sejarah, seperti halnya Pramoedya Ananta Toer. Pengarang mengolah peristiwa sejarah dan menambahkan karakter-karakter fiktif di dalamnya.
4)        Peristiwa-peristiwa yang ditulis koran
Surat kabar, tabloid, majalah, dan televisi sangat kaya dengan cerita fakta yang bisa diolah untuk kemudian bisa diangkat ke dalam karya fiksi cerpen.
5)        Peristiwa yang terjadi secara kebetulan
Sebuah insiden kebetulan acapkali memercikan ilham bagi penulisan fiksi. Tidak peduli apakah insiden nyata atau imajiner.
6)        Petualangan
Petualangan menyusuri tempat-tempat wisata atau yang sering dituju para pecinta alam juga memberi kita gagasan yang selalu menarik untuk ditulis.
7)        Gejolak sosial politik
Peristiwa sosial politik, sudah pasti menjadi sumber inspirasi penulisan karya-karya sastra. Bahkan di Indonesia, angkatan dalam sastra mengikuti momen-momen penting dalam sejarah politik negeri ini.
8)        Mimpi
Setiap orang pasti pernah bermimpi. Ada yang menarik dan lengkap, ada yang yang indah dan buruk. Mimpi juga merupakan salah satu sumber ide penulisan. Maka dari itu, jangan abaikan pengalaman mimpi kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar